Company profile commission and translation English & Bahasa Indonesia for Green Plus Indonesia
-- English --
HOME
Green Plus is a brand of high quality synthetics rattan that was established in 2013. It has been used for a number of collections ranging from furniture to building materials all across Indonesia.
See all of our products and its functions here.
ABOUT US
Green Plus is a brand of high quality synthetics rattan that was established in 2013. It has been used for a number of collections ranging from furniture to building materials all across Indonesia.
In production of these synthetic rattans, Green Plus uses only the purest plastic pellets and 100% pristine additives. This makes them achieve the highest rank of color and product quality that are proven long lasting and might.
Green Plus has also been the feature product that are used by many home industry craftsmen in Malang and since then have plummeted the market of rattan webbing.
Need you have more questions about Green Plus and our superior products, do not hesitate to contact us through this link.
PRODUCT
Rattan is a very attractive feature to be used in furniture and building materials. The combination of rattan weaving and its polished look often translates to a beautiful addition to your home decoration. However, the characteristics of natural rattans may have complication in its maintenance. Problems like fungi and dusts are often found in the ownership of natural rattan, therefore they would not last long if placed outdoors.
Synthetic rattans, on the other hand is an imitation of natural rattans which are made with stronger and sturdier materials that can be used as a longer lasting furniture.
What is synthetic rattan?
Synthetic rattans are an artificial imitation of that a natural rattan. They can be designed and fully function to the natural rattan weaving. The appearance at a glance is very similar, only that if you have to look closely you would be able to tell the difference.
Green Plus uses 100% pure plastic pallets and additives to produce a sturdy and strong synthetic rattans.
What is synthetic rattan used for?
Often used as furniture and building materials, synthetic rattans from Green Plus have been popular amongst local rattan-weaving artisans all across Indonesia. Many furniture like chairs, tables, living room partitions, and sunbed are made with synthetic rattans and lasts longer in outdoor areas.
How is the maintenance for synthetic rattans?
Synthetic rattans are easily cleaned and maintain. Simply rub it with a cloth to dry or clean with wet towel if they are dirty. Synthetic rattans are not likely to rot from moist weather condition, unlike the natural rattans.
-- Bahasa Indonesia --
HOME
Green Plus (PT Mega Citra Buana) adalah sebuah merek rotan sintetik berkualitas tinggi yang dibangun sejak tahun 2013. Green Plus telah memiliki sejumlah koleksi produk rotan sintetis yang digunakan untuk berbagai macam furniture dan bahan bangunan di seluruh Indonesia.
Lihat jenis-jenis produk dan kegunaannya di sini.
TENTANG KAMI
Green Plus (PT Mega Citra Buana) adalah sebuah merek rotan sintetik berkualitas tinggi yang dibangun sejak tahun 2013. Green Plus telah memiliki sejumlah koleksi produk rotan sintetis yang digunakan untuk berbagai macam furniture dan bahan bangunan di seluruh Indonesia.
Dalam produksi rotan sintetis ini, Green Plus menggunakan bahan biji plastik berkualitas dan 100% aditif murni. Hal ini memicu keindahan warna dan mencapai kualitas produk yang terbukti tahan lama dan kuat. Green Plus mulai berkembang pesat dan menjadi produk unggulan banyak pengrajin anyaman dalam industri rumahan di kabupaten Malang selama dua tahun terakhir.
Jika Anda membutuhkan informasi lebih lengkap tentang produk unggulan Green Plus, silakan hubungi kami lewat tautan berikut.
PRODUK
Rotan merupakan desain yang sangat menarik untuk digunakan pada furnitur dan bahan bangunan. Kombinasi anyaman rotan dan polesan apiknya sering menjadi tambahan manis untuk hiasan rumah Anda. Namun, karakteristik rotan alami bisa memiliki kesulitan dalam perawatannya. Masalah seperti jamur dan debu sering ditemukan pada rotan alami, oleh karena itu, rota alami biasanya tidak akan bertahan lama jika diletakkan di luar rumah.
Rotan sintetis, di sisi lain adalah tiruan rotan alami yang bisa digunakan sebagai furnitur yang tahan lama.
Apa itu rotan sintetis?
Rotan sintetis adalah produk imitasi dari rotan alami. Mereka dapat dirancang dan berfungsi sepenuhnya seperti anyaman rotan alami. Tampilan sekilas antara rotan sintetis dan alami sangatlah mirip, kecuali jika Anda melihatnya dari dekat.
Green Plus menggunakan 100% biji plastik murni dan aditif untuk menghasilkan rotan sintetis yang kokoh dan kuat.
Apa kegunaan rotan sintetis?
Seringkali digunakan sebagai bahan bangunan dan furnitur, rotan sintetis dari Green Plus telah populer di kalangan pengrajin rotan di seluruh Indonesia. Banyak furnitur seperti kursi, meja, partisi ruang tamu, dan sunbed dibuat dengan rotan sintetis dan bertahan lebih lama di area luar.
Bagaimana cara merawat rotan sintetis?
Rotan sintetis mudah dibersihkan dan dirawat. Cukup gosok dengan lap sampai kering atau bersihkan dengan handuk basah jika kotor. Rotan sintetis tidak mungkin membusuk dari kondisi cuaca lembab, tidak seperti rotan alami.
A commision project of company profile mapping of an artist and its gallery.
May 2017
Semar Kuning I
Artist Cooperative Painting
Started from a love of traditional arts, Cokorda Anom Puri Dalem, a Balinese from Ubud created a gallery of visual arts, compiling artworks from various artists across the region and from all over the world.
Cokorda created his artworks and introduce them across many art shops in Bali in 1973. By 1978, he sculpted wood statues and sells them at his sister and brother in law’s house at Desa Mas, BR Abianseka and called the shop Semar Kuning I
In 1985, the gallery moved back to his original home town of Ubud, and collaborate with other artists to become a cooperation of talented artists. The collection of artworks has been purchased and admired by many collectors and art enthusiast from all over the world, including US, England, Germany, and Australia.
Semar Kuning I, which means Love, was inspired by a traditional shadow puppet story about a romantic lover, Sang Hyang Tunggal. With an extraction of pure love and friendship, Semar Kuning I Artist Cooperative Paintings now becomes a gallery with the desire to fulfill one’s feeling through art.
About the owner
Cokorda Anom Puri Dalem was born in BR. Kertawangsa, Lodtunduh, Ubud in December 31, 1944. In the beginning of his school days, back in 1963, he was taught to paint traditional Balinese painting from Mangku Regung and Mangku Puseh in Desa Mas, Lodtunduh, Ubud.
Cokorda earnestly fulfil his passion in arts by attending an art school called CSSRIJ in Denpasar. Through his fond of art, Cokorda continues to develop the potential of traditional Balinese culture through his paintings and artworks.
Semar Kuning I
Artist Cooperative Painting
Dimulai dari kecintaannya pada seni tradisional, Cokorda Anom Puri Dalem adalah seorang seniman Bali asal Ubud yang telah membangun sebuah galeri kumpulan karya dari berbagai seniman lokal maupun luar negeri.
Pada tahun 1973, Cokorda memberanikan diri untuk mulai menempatkan beberapa karya dan lukisannya di berbagai toko seni (art shop) di Bali. Kepercayaan diri membibitkan hasil. Pada tahun 1978, Cokorda mulai membuat patung kayu dan menjualnya di rumah ipar dan kakak kandungnya di Desa Mas, BR Abianseka dan memberi nama Semar Kuning I.
Di tahun 1985, galeri tersebut dipindahkan kembali ke kampung halaman Ubud dan mulai berkolaborasi dengan berbagai seniman lokal. Semar Kuning I inipun menjadi sebuah kooporasi para seniman bertalenta di Bali. Koleksi karya-karya seni ini tidak jarang dibeli dan dikagumi oleh para kolektor dan pecinta seni hingga berbagai belahan dunia. Sebut saja Amerika, Inggris, Jerman hingga Australia adalah beberapa negara peminat koleksi karya seni dari Semar Kuning I.
Kasih Cinta adalah arti dibalik nama Semar Kuning I. Nama inipun terinspirasi dari sebuah cerita wayang tentang seorang lelaki pencinta, Sang Hyang Tunggal. Dengan melarutkan cinta dan kasih sayang yang kekal, Semar Kuning I Artist Cooperative Paintings kini menjadi galeri seni dengan harapan untuk memenuhi perasaan hati setiap orang melalui seni.
Tentang Pemilik
Cokorda Anom Puri Dalem lahir di BR. Kertawangsa, Lodtunduh, Ubud pada tanggal 31 Desember 1944. Pada awal masa sekolahnya di tahun 1953, ia diajarkan melukis lukisan tradisional Bali dari Mangku Regung dan Mangku Puseh di Desa Mas, Lodtunduh, Ubud.
Cokorda sungguh-sugguh untuk memenuhi keinginannya dalam bidang seni, dan berhasil bersekolah di sekolah seni CSSRIJ di Denpasar. Tetap menggemari seni, Cokorda terus berusaha mengembangkan potensi budaya tradisional Bali lewat lukisan dan karya-karyanya
